Selasa, 12 Mei 2015

Yooo... selamat sejahtera semuanyaa... sudah lama nih saya tidak posting, jadi, saya repost dari blog kawan saya tentang ciri2 ikan sehat. Cekidot...

Organon-visus (mata) jernih dan cerah
Kulit sedikit berlendir
Gerak refleks baik
Gerakan lincah
Warna ikan cerah
Bagian ventral (perut) tubuh
mendatar
Bagian cauda (ekor) horizontal atau terangkat keatas
Pinna caudalis mengembang seperti kipas
Metode yang digunakan untuk menentukan Derajat Kesehatan Ikan antara lain:

Escape reflex

Ikan diganggu dengan ketukan, bayangan atau illuminasi (penyinaran yang kuat dan mendadak), ikan yang sehat akan bergerak lebih cepat dan bersifat malu-malu.
Defensive reflex

Ikan diletakkan pada suatu bidang datar, maka ikan yang sehat akan menggelepar dengan interval tertentu.
Tail reflex

Ikan dipegang pada bagian caput, maka ikan yang sehat akan mengangkat pinna caudalis-nya dan mengembangkannya seperti kipas, serta bagian ventral tubuhnya akan mendatar.
Ocular reflex

Ikan dipegang pada posisi horizontal dengan bagian dorsal disisi atas. Ikan diputar sepanjang sumbu longitudinal ke kanan atau ke kiri, maka ikan yang sehat akan mempertahankan pupil matanya pada posisi awal (keadaan semula).

Rabu, 15 April 2015

Para Rekan, pernahkah Anda berfikir bahwa membuat Karbon Aktif menggunakan tong sangat tidak efektif serta membuang waktu yang sangat?  
Ya, tentu saja. Banyak kerugian yang bakal menyambut Ada apabila menggunakan metode ini. Beberapa kerugianya yaitu :

Pertama : Asap tidak terkontrol
Sumber : Google Image

Membuat Karbon Aktif menggunakan metode ini menyebabkan asap tidak akan tertangani dengan baik. Mengapa? Asap memiliki partikel kecil yang bisa menembus petutup drum.

Kedua : Hasil pembakaran kurang memuaskan

Hasil dari metode ini cenderung menghasilkan karbon aktif yang setengah matang. Banyak sekali yang tertimpal - timpal sehingga panas kurang merata

Ketiga : Membuang banyak waktu dan buang banyak energi

Sumber : Google Image
Tentu saja, menggunakan metode ini, Anda akan membuang banyak waktu. Karena volume yang dibakar besar, maka energi yang dibuang. Banyak pula energi yang terbuang tanpa membakar isi di dalam drum. Di sisi lain karena banyaknya energi panas yang lepas, jadi pematangan harus memakan waktu yang banyak. Tentu ini tidak akan memuaskan bagi Anda. Semakin lama waktunya, semakin hasil produksi tidak banyak.

Jadi, apa yang harus dilakukan?

Tentu saja Anda harus menggunakan mesin! Tapi mesin seperti apa?
Tentu saja mesin seperti buatan kami! (ini sekalian promosi ceritanya, hehehe)
Mesin pembuat karbon aktif kami memeliki beberapa kelebihan yang bisa membantu Anda. Diantaranta :

Ini salah satu bagian mesin
kami :D

  1. Hemat energi
  2. Ramah lingkungan
  3. Bisa produksi banyak
  4. Cepat matang
  5. Asap kecil
  6. Hasil matang sempurna
  7. Harga terjangkau
  8. Tidak menghabiskan banyak tempat
  9. Praktis, nggak rempong  
  10. dll
Tentu saja, Anda bisa menanyakan detailnya lebih lanjut pada CP kami :

Winda : 081945358134 atau (0341) 7360055
WA     : 087701494901 

SEGERA!

Selasa, 14 April 2015

Sumber : google image
Mungkin, para Rekan sempat bertanya - tanya darimana asal - usul asap cair itu. Mendadak, di situs agrobisnis lain maupun artikel yang memuat tentang Agrikultur, tiba - tiba saja asap cair mencungul tanpa pamit hingga sudah jadi trending topic bagi Anda. 

Dan ternyata, asal usulnya asap cair phyrolisis pertama kali dikenalkan oleh Prof.Dr.Ir.Purnomo Sudarmadji, M.Sc di Fakultas Teknologi Pertanian UGM pada tahun 1995, setelah melakukan riset S3 di Jepang. 

Nah, para Rekan yang cerdas dan baik hatinya. Dari mana sih asap cair itu? Apa itu karena kebakaran besar lalu turun hujan hingga  asapnya mencair? Tentu tidak. Asap cair merupakan asap hasil pembakaran dari suatu bahan kering yang diphyrolisa dan dikondensasi/didinginkan sehingga berubah menjadi cairan. Prinsip kerja dari pembuatan asap cair ini adalah Pembakaran bahan hingga timbul asap dari bahan tersebut dengan suhu pembakaran 4000C selama 3 jam, asap cair yang timbul didinginkan dan akan terbentuk asap cair.

Bahan baku yang banyak digunakan antara lain berbagai macam jenis kayu, bongkol kelapa sawit, tempurung kelapa, sekam, ampas atau serbuk gergaji kayu dan lain sebagainya. Selama pembakaran, komponen dari kayu akan mengalami pirolisa menghasilkan berbagai macam senyawa antara lain fenol, karbonil, asam, furan, alkohol, lakton, hidrokarbon, polisiklik aromatik dan lain sebagainya. Asap cair mempunyai berbagai sifat fungsional, seperti ; untuk memberi aroma, rasa dan warna karena adanya senyawa fenol dan karbonil ; sebagai bahan pengawet alami karena mengandung senyawa fenol dan asam yang berperan sebagai antibakteri dan antioksidan, sebagai bahan koagulan lateks pengganti asam format serta membantu pembentukan warna coklat pada produk sit. 

Lalu, apa saja yang dikandungnya? Asap Cair mengandung beberapa komponen senyawa kimia, diantaranya adalah :
1)   Fenol
Sebagai anti oksidan, sebagai pemberi cita rasa dan pewarnaan, serta sebagai anti bakteri
2)   Karbonil
Sebagai anti bakteri, sebagai pemberi cita rasa
3) Angka Asam
Perlu diketahui sebagai sifat daya tahan Asap Cair dan tingkat kejenuhan saat digunakan sebagai bahan konsumsi.

Cara membuatnya? Ups, tidak akan kami bahas di artikel ini. Nanti akan kami bahas di lain episode. Taraaaa... semoga bermanfaat :D

Anda penasaran bagaimana sih asap cair itu? 
Anda juga tertarik membeli dan mencoba khasiatnya?
Kami READY STOCK asap cair dan Anda tingga hubungi :

Winda (CP) : 081945358134 atau (0341) 7360055
WA : 087701494901

SEGERA!

____________________
sumber : https://ghentur11yougha.wordpress.com
               wikipedia.org

Minggu, 12 April 2015

Tips ini diambil dari kawan blog kami alamtani.com, silahkan Rekan membaca dan menerapkanya dalam pertanian Anda. Semoga sukses!

Cara membuat pupuk organik cair

Siapkan bahan-bahan berikut: 

  1. 1 karung kotoran ayam
  2. setengah karung dedak
  3. 30 kg hijauan (jerami, gedebong pisang, daun leguminosa)
  4. 100 gram gula merah
  5. 50 ml bioaktivator 
  6. air bersih secukupnya.

Cara membuat pupuk organik cair
Langkahnya :

Siapkan tong plastik kedap udara ukuran 100 liter sebagai media pembuatan pupuk, satu meter selang aerotor transparan (diameter kira-kira 0,5 cm), botol plastik bekas akua ukuran 1 liter.Lubangi tutup tong seukuran selang aerotor.

Potong atau rajang bahan-bahan organik yang akan dijadikan bahan baku. Masukkan kedalam tong dan tambahkan air, komposisinya: 2 bagian bahan organik, 1 bagian air. Kemudian aduk-aduk hingga merata.

Larutkan bioaktivator dan gula merah 5 liter air aduk hingga merata. Kemudian tambahkan larutan tersebut ke dalam tong yang berisi bahan baku pupuk.

Tutup tong dengan rapat, lalu masukan selang lewat tutup tong yang telah diberi lubang. Rekatkan tempat selang masuk sehingga tidak ada celah udara. Biarkan ujung selang yang lain masuk kedalam botol yang telah diberi air.

Pastikan benar-benar rapat, karena reaksinya akan berlangsung secara anaerob. Fungsi selang adalah untuk menyetabilkan suhu adonan dengan membuang gas yang dihasilkan tanpa harus ada udara dari luar masuk ke dalam tong.

Tunggu hingga 7-10 hari. Untuk mengecek tingkat kematangan, buka penutup tong cium bau adonan. Apabila wanginya seperti wangi tape, adonan sudah matang.

Pisahkan antara cairan dengan ampasnya dengan cara menyaringnya. Gunakan saringan kain. Ampas adonan bisa digunakan sebagai pupuk organik padat.


Masukkan cairan yang telah melewati penyaringan pada botol plastik atau kaca, tutup rapat. Pupuk organik cair telah jadi dan siap digunakan. Apabila dikemas baik, pupuk bisa digunakan sampai 6 bulan.

Bagaimana para Rekan? Mudah bukan?
Apabila Anda kesulitan, silahkan hubungi kami atau apabila Anda tidak mempunyai waktu yang cukup untuk membuat pupuk, silahkan pesan pada kami.
Yaitu Pupuk Cair "Sempurna" keluaran AGROBAGUS dengan kelebihan :

1. Tidak berbau
2. Bernutrisi tinggi
3. Ramah lingkungan
4. Tahan lama
5. Harga terjangkau

Masih banyak kelebihan lain yang bisa Anda tanyakan dan pesan di CP kami :

Winda : 081945359134 atau (0341) 7360055
Tahukah Anda, para Rekan? Bahwa Karbon Aktif sudah bukan menjadi rahasia umum lagi bahwa menjadi salah satu bisnis yang paling diminati oleh para Agrobisnisman di Indonesia. Bahkan tidak hanya di Indonesia saja, menurut forum-bisnis-ekspor-indonesia.blogspot.com, dfngsi dan kegunaan dari arang batok kelapa yang marak dicari dan diperjual belikan yang bahkan marketnya sampai pasar luar negeri, Meskipun ini limbah, tapi hasil arang dan cairan asap atau liquid smoke-nya berpeluang diekspor ke China dan Amerika, Siapa sangka tempurung kelapa yang yang sudah diolah menjadi briket menembus pasar ekspor. Tentu saja keuntungan dari bisnis briket tempurung kelapa ini bukan nilai yang kecil. Briket tempurung kelapa ini banyak dipilih sebagai bahan bakar karena memiliki energi 7.340 kalori sehingga menghasilkan panas lebih tinggi dibandingkan dengan briket arang kayu biasa. Selain itu ada kegunaan lain yang biasa memanfaatkan briket tempurung kelapa ini misalnya shisa.

Pasar Briket tempurung kelapa ini kebanyakan malah untuk ekspor dengan prosentase 80 persen sedangkan sisanya 20 persen untuk pasar dalam negeri. Beberapa negara tujuan eksport briket tempurung kelapa antara lain negara-negara timur tengah, Jepang, Australia dan lain-lain.
Mereka menggunakan arang batok untuk pembuatan Carbon aktif pada water treatment plant dan Sumber Carbon untuk berbagai macam industri Coconut Shell Charcoal. 

Keuntungan bisnis briket tempurung kelapa ini tergolong lumayan besar. Novi Setiawan,salah satu pelaku bisnis briket tempurung kelapa dari Bantul Yogyakarta,ini bisa mengantongi omzet Rp 97 juta per bulan. Adapun Fahni dari Gresik meraup omzet Rp 80 juta sampai Rp 100 juta per bulan.

Jadi, tunggu apa lagi? Langkahkan kaki Anda menuju bisnis ini bersama kami!
Berminat?
Hubungi CP kami:

Winda : 081945358134 atau (0341) 7360055 
Dan jadilah parner kami! 

Jumat, 10 April 2015

Selamat malam para Rekan! Apa kabar Anda yang selalu segar tiap harinya! Pada kesempatan kali ini kami akan membagikan tentang INOVASI sumbet energi baru untuk Indonesia yaitu karbon aktif.

Karbon aktif adalah karbon padat yang memiliki luas permukaan yang cukup tinggi berkisar antara 100 sampai dengan 2000 m2/g. Bahkan ada peneliti yang mengklaim luas permukaan karbon aktif yang dikembangkan memiliki luas permukaan melebihi 3000 m2/g.

Bisa dibayangkan dalam setiap gram zat ini mengandung luas permukaan puluhan kali luasan lapangan sepak bola. Hal ini dikarenakan zat ini memiliki pori – pori yang sangat kompleks yang
berkisar dari ukuran mikro dibawah 20 A (Angstrom), ukuran meso antara 20 sampai 50 Angstrom dan ukuran makro yang melebihi 500 A (pembagian ukuran pori berdasarkan IUPAC). Sehingga luas permukaan disini lebih dimaksudkan luas permukaan internal yang diakibatkan dari
adanya pori – pori yang berukuran sangat kecil. 

Karena memiliki luas permukaan yang sangat besar, maka karbon aktif sangat cocok digunakan untuk aplikasi yang membutuhkan luas kontak yang besar seperti pada bidang adsorpsi (penjerapan), dan pada bidang reaksi dan katalisis.

Contoh yang mudah dari karbon aktif adalah yang banyak dikenal dengan sebutan norit yang digunakan untuk mengatasi gangguan pencernaan.Prinsip kerja norit adalah ketika masuk kedalam perut dia akan mampu menjerap bahan – bahan racun dan berbahaya yang menyebabkan gangguan pencernaan. Secara umum karbon aktif ini dibuat dari bahan dasar batu bara dan biomasa. Intinya bahan dasar pembuat karbon aktif haruslah mengandung unsur karbon yang besar.

Dewasa ini karbon aktif yang berasal dari biomasa banyak dikembangkan para peneliti karena bersumber dari bahan yang terbarukan dan lebih murah.

Bahkan karbon aktif dapat dibuat dari limbah biomasa seperti kulit kacang-kacangan, limbah
padat pengepresan biji – bijiaan, ampas, kulit buah dan lain sebagainya. (Sumber : wikipedia.com)

Untuk membuat karbon aktif tentu Anda harus memiliki mesin agar hasil yang dihasilkan optimal dan berkualitas tinggi. Anda bingung? Tipe mesin yang.baik dan benar dapat Anda tanyakan pada kami dan pesanlah sekarang juga!

Kami juga memproduksi karbon aktif  dengan bahan baku dari tempurung kelapa pilihan, diproses menggunakan mesin phyrolisis yaitu proses tertutup.
Kadar air 5%, bersih dari debu, bermanfaat untuk :
1. Untuk menyerap bau.
2. Menjernihkan air.
3. Untuk purifikasi (memurnikan) udara
4. Dll.
Berminat? Silahkan hubungi:
Winda : 081945358134

Sabtu, 04 April 2015

Kepada Para Rekan kami yang tercinta, walaupun penyakit cacingan tidak langsung menyebabkan kematian, namun secara ekonomi dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar. Oleh karena itu tidak heran kalau penyakit cacingan ini sering disebut sebagai penyakit ekonomi. Lantas apa saja kerugian-kerugian ekonomi yang ditimbukan oleh penyakit cacingan pada sapi? Ternyata cukup banyak, mulai dari penurunan berat badan, terhambatnya pertumbuhan pada sapi muda, penurunan kualitas daging, kulit dan jeroan pada ternak potong, penurunan produksi susu pada ternak perah dan bahaya penularan pada manusia. Hasil suatu penelitian menyatakan bahwa kasus cacingan menyebabkan keterlambatan pertumbuhan berat badan per hari sebanyak 40% pada sapi potong dan penurunan produksi susu sebesar 15% pada sapi perah (Siregar, 2013).

Melihat fakta di atas, masihkah penyakit cacingan pada sapi dipandang sebelah mata? Sudah sepantasnya kita waspada terhadap serangan penyakit cacingan yang setiap saat selalu mengintai ternak sapi. Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika kita mulai sedikit bernostalgia dengan penyakit yang sepanjang tahun 2012 lalu nyaris menduduki urutan paling teratas dalam hal laporan kejadian kasus di lapangan (Infovet, 2012).

Cacingan pada Sapi dan Agen Penyebabnya

Cacingan atau dalam kamus kedokteran dikenal dengan istilah helminthiasis merupakan penyakit yang disebabkan oleh adanya infestasi cacing pada tubuh hewan, baik pada saluran percernaan, pernapasan, hati, maupun pada bagian tubuh lainnya. Pada sapi, umumnya infestasi cacing sering ditemukan pada saluran pencernaan dan hati.

Berdasarkan bentuknya, jenis cacing yang dapat menyerang sapi dapat dikelompokkan menjadi 3 golongan yaitu cacing gilig (Nematoda), cacing pita (Cestoda) dan cacing daun atau cacing hati (Trematoda).

Cacing gilig (Nematoda)
Sesuai dengan namanya, cacing gilig memiliki bentuk tubuh yang bulat seperti pipa dengan kedua ujungnya yang meruncing. Sebagian besar cacing ini memiliki ukuran tubuh yang sangat kecil. Beberapa spesies yang dapat menyerang ternak sapi di antaranya Toxocara vitulorum, Oesophagostomum radiatum,Agryostomum vryburgi, Bunostomum phlebotomum, Trichostrongylus spp., Nematodirus spp., Cooperia spp., Ostertagia ostertagi, Haemonchus placei dan Mecistocirrus digitatus.
Namun, dari beberapa spesies tersebut yang paling sering ditemukan kasusnya terutama pada pedet (sapi muda) yaitu spesies Toxocara vitulorum yang penyakitnya dikenal dengan istilah toxocariasis. Cacing yang dikenal juga dengan Neoascaris vitulorum ini habitatnya di dalam usus halus sapi dan berukuran paling besar dibandingkan spesies nematoda lainnya. Cacing jantan berukuran 250 x 5 mm, sedangkan betinanya 300 x 6 mm. Telur cacing T. vitulorum berbentuk bulat dan memiliki ciri khas dinding telur yang tebal.
Kasus toxocariasis dimulai dengan termakannya feses yang mengandung telur cacing T. vitulorum oleh sapi. Selanjutnya telur akan menetas di usus halus dan menjadi larva. Larva kemudian dapat bermigrasi (pindah) ke hati, paru-paru, jantung, ginjal, bahkan plasenta dan masuk ke cairan amnion (ketuban) serta ke dalam kelenjar ambing dan keluar bersama kolostrum. Kolostrum yang diminum oleh pedet akan menjadi sumber penularan cacing T. vitulorum. Sementara, larva yang tetap berada dalam usus akan berkembang menjadi cacing dewasa dan selanjutnya menghasilkan telur yang bisa ikut terbuang bersama feses sapi.
Dilihat dari siklus hidupnya, maka penularan kasus toxocariasis pada sapi dapat terjadi melalui pakan atau air yang terkontaminasi oleh telur maupun larva cacing dan melalui kolostrum yang mengandung larva cacing.

Cacing pita (Cestoda)
Jenis cacing pita yang dapat menyerang sapi ialah spesies Taenia sp., Moniezia sp. dan Echinococcus granulosus. Dari ketiga cacing tersebut, hanya spesies Moniezia sp. yang hidup sampai dewasa dalam tubuh sapi. Namun, serangan cacing pita yang paling umum ditemukan pada sapi terutama oleh genusTaenia, yaitu Taenia saginata.
Serangan cacing pita ini tidak berbahaya bagi ternak sapi itu sendiri karena dalam tubuh sapi telur cacing yang termakan bersama rumput hanya berkembang sampai fase larva. Larva cacing T. saginata yang berada dalam usus sapi selanjutnya akan menembus pembuluh darah dan ikut bersama aliran darah hingga sampai di otot. Selanjutnya, manusia perlu waspada terhadap serangan cacing pita ini, karena larva yang termakan dari daging sapi mentah atau yang dimasak kurang matang dapat berkembang menjadi cacing dewasa dalam usus halus manusia. Cacing pita dewasa akan menyerap sari-sari makanan dalam usus dan dapat menyebabkan penyumbatan usus.
Panjang cacing T. saginata dewasa berkisar antara 4-8 meter dan terdiri atas segmen-segmen yang disebut proglotida. Proglotida yang telah matang, atau disebut juga proglotida gravid, pada cacing dewasa berisi alat reproduksi jantan dan betina serta puluhan ribu telur. Bisa dibayangkan betapa banyaknya telur yang dihasilkan oleh 1 ekor cacing pita dewasa yang selanjutnya siap masuk kembali kedalam tubuh sapi untuk berkembang menjadi bentuk yang siap masuk ke dalam tubuh manusia.

Cacing hati (Trematoda)
Kasus cacingan pada sapi akibat cacing hati (Fasciola sp.) cukup banyak dan sudah tak asing lagi dijumpai di lapangan. Kejadiannya terutama banyak dilaporkan pada saat perayaan Idul Adha, dimana pada waktu tersebut banyak orang yang melakukan penyembelihan hewan kurban khususnya sapi. Terdapat 2 spesies yang cukup penting di dunia, yaitu Fasciola hepatica dan Fasciola gigantica. Namun, spesies yang paling sering ditemukan pada sapi di Indonesia yaitu F. gigantica. Secara umum, cacing hati berbentuk gepeng atau pipih seperti daun, namun untuk spesies F. gigantica tubuhnya lebih memanjang dibandingkan F. hepatica. Sesuai dengan namanya cacing hati berhabitat di hati dan saluran empedu. Infestasi cacing ini dikenal dengan istilah fasciolosis.

Siklus hidup cacing F. gigantica dimulai saat cacing dewasa yang berada di hati dan saluran empedu mengeluarkan telurnya. Telur cacing ini kemudian masuk ke dalam usus halus bagian duodenum bersama cairan empedu dan selanjutnya dikeluarkan bersama feses. Di luar tubuh sapi, telur berkembang menjadi mirasidium. Untuk berkembang ke fase berikutnya, mirasidium memerlukan inang antara, yaitu siput muda Lymnaea rubiginosa. (sumber : info.medion.co.id)

Demikian secuil pengetahuan yang kami bagikan untuk Anda. Maka dari itu WASPADALAH dengan membeli OBAT ANTI CACING "SEMPURNA". Berminat?

Hubungi : 

Winda 
081945358134 atau (0341) 7360055
SEGERA! :D


Salam Hangat

Selamat datang!
Selamat menjelajah dunia Pertanian, Peternakan serta Perkebunan di blog kami!
Butuh produk kami?
Hubungi : Winda (0341) 7360055 atau 081945358134

Kontributor

AGROBAGUS @2015. Diberdayakan oleh Blogger.

Jam Berapa Ya?

Popular Posts

Recent Posts

Text Widget